Global March to Gaza
Bismillahirrahmanirrohim..
Mengenai Global March to Gaza, tidak sepatutnya kita malah saling berburuk sangka dengan sesama muslim hanya karena perbedaan pendapat. Ya, berbeda sudut pandang itu pasti, dan tidak bisa dihindari, tapi jangan sampai karena perbedaan itu membuat rasa belas asih sebagai saudara seiman itu hilang. Jangan sampai perbedaan ini membuat orang-orang di seberang malah girang bertepuk tangan, tertawa lebar. Jangan sampai, kawan. Malu.
Kita tidak bisa menyalahkan siapapun...
Mereka, para aktivis kemanusiaan, mereka berhak kecewa dan marah. Bayangkan kawan, almost dari mereka itu non-muslim. Mereka sudah gerah menyaksikan genosida yang ia lihat tiap hari lewat genggaman tangan. Mereka merasa tdk cukup untuk hanya berteriak di negaranya, demonstrasi. They need action. That's why mereka berinisiatif untuk datang ke mesir. kenapa mesir? karena logically, untuk bisa mengakses Gaza hanya bisa melalui 2 jalur. Lewat laut mediterania atau melalui perjalanan darat, yakni lewat rafah.
Melalui laut sudah dilakukan, it was failed. Dan secara logis, Rafah adalah jalan yang tepat. Mereka (non-muslim) memiliki ekspetasi yang besar terhadap Mesir. Kenapa tidak? Mesir adalah negara muslim. Mereka berfikir bahwa ini akan menjadi hal yang mudah. Tapi kenyatannya ekspetasi mereka terlalu berlebihan kawan. Mereka berpikir bahwa tantangan terbesar adalah ketika mereka ada di gerbang Rafah. Namun ternyata, bari saja mereka landing di bandara, mereka sudh ditangkap. Diinterogasi. Bahkan ada beberapa yang sampai dipukuli oleh pihak tertentu.
**
Yuni Sulistiawati
Komentar
Posting Komentar