Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Setiap fase ada orang nya

 "Setiap fase ada orangnya, dan setiap orang ada fasenya" Aku sering mendengar quote tersebut. Tapi aku baru tahu makna sebenarnya hari ini, di usiaku yang hampir menginjak 25 tahun.  Menurut penelitian, setiap kehidupan kita naik satu level, kita akan kehilangan 40% teman dekat kita. Tak apa. Aku tidak bisa memaksakan seseorang untuk terus bersamaku di setiap fase hidup. Karena tidak semua dari mereka masih mau bersamaku. Aku tahu dan sangat yakin bahwa mereka pasti memiliki alasan terbaik versi mereka sendiri. Dan ini mungkin memang yang terbaik.  Aku menyayangi mereka, meskipun aku tidak tahu apakah mereka menyayangiku seperti aku menyayangi mereka. Aku tidak membutuhkan validasi dari mereka. Aku menyayangi mereka, itu faktanya dan sudah lebih dari cukup.  Semoga mereka bisa menemukan kebahagiaan dimanapun mereka berada. Juga selalu diliputi kebaikan dan keberkahan dalam hidup. Dan untuk orang-orang yang masih menemaniku untuk setiap fasenya, Terima kasih banyak....

Tentang Ayah

 Bahasa cinta seorang ayah kadang membingungkan. Tidak seperti ibu, ayah memiliki logika yan lebih dominan. kadang aku menganggap bahwa apa yang dilakukan ayah adalah sesuatu yang tidak adil, untuk aku yang pada saat itu sangat emosional. Tapi dikemudian hari, saat aku mulai tumbuh dewasa, saat aku mulai paham bagaimana kehidupan berjalan, aku paham bahwa apa yang dilakukan ayah, semua keputusan yang beliau ambil, adalah yang paling masuk akal di antara yang lain.  Ayah memang jarang mengungkapkan perasaan sayangnya seperti ibu, tapi seumur hidupnya, terutama semenjak ia mendapat panggilan 'ayah', ia tidak pernah benar-benar hidup untuk dirinya sendiri. Ia hidup untuk keluarganya. Padahal dia juga seorang laki-laki yang pernah muda, yang memiliki mimpi dan keinginan yang harus dikorbankan demi mimpi anak-anaknya. Terima kasih banyak untuk ayah terhebat.  ** Bogor, 28 Mei 2026