Andai Kita Bisa Memilih Jatuh Cinta pada Siapa

 

"Kenapa harus aku?" Tanyaku dengan Mata Masih lurus ke depan. Menerawang. Menatap gedung-gedung pencakar langit ibu kota Dari kejauhan. Dari lantai 7 perpustakaan.


"Karena kamu itu berbeda." Seulas senyuman tersungging di wajahnya. Sama sepertiku. Tatapannya lurus ke depan.


Aku menguatkan cengkraman pada sebuah buku yang sedang kupegang. Menunduk. Mencoba mengulang-ngulang zikir dalam Hati agar bisa menata perasaanku. 


"Kau Tau. Ini Kali pertamanya aku jatuh cinta. Aku selalu berdoa kepada-Nya agar ketika suatu saat aku jatuh cinta, aku ingin jatuh cinta kepada orang yang tepat." Dia mengehala nafas. Kemudian tatapannya beralih kepadaku yang masih Menunduk. "Dan aku bersyukur karena orang itu adalah kamu."


"Aku hanya manusia biasa. Jangan menaruh harapan berlebih padaku."


"Aku Tau. Makanya aku selalu memintamu kepada Rabbku."


Aku memejamkan Mata. Menahan bulir Kristal yang berontak untuk keluar. Mengepalkan tangan. Mencoba mengumpulkan kekuatan.


"Kamu tidak perlu menjawab. Aku ingin perasaanku ini tulus. Dan sesuatu yang tulus tidak perlu mengharapkan balasan bukan?" Sebuah senyuman getir tersungging di bibirnya.


Aku mengangkat kepalaku. Mencoba menatapnya dengan segala kekuatan yang kupunya. 


"Kau tahu, aku selalu berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan orang-orang baik Dan tulus. Dan Allah mengirimu. Aku beruntung sekali bisa mengenalmu, dan juga dicintai oleh orang sepertimu." Aku mengehala nafas. Matanya terlihat berair. Namun senyumnya masih mengembang. 


"Aku berusaha untuk membuka Hati untukmu. Berharap aku bisa membalas perasaanmu. Tapi… Tapi aku minta maaf. Perasaan itu…" Aku akhirnya Menunduk. Air Mata itu terjatuh.


"Itu bukan Salahmu." Suaranya terdengar sumbang.


"Seandainya kita bisa mengatur untuk jatuh cinta kepada siapa, aku sangat ingin jatuh cinta kepadamu."


"Tapi sayangnya itu hanya 'seandainya'". 


"Aku minta maaf."


"Tak perlu minta maaf untuk sesuatu yang memang bukan Salahmu." 


Hening. 


"Terima kasih karena telah berusaha untuk membuka Hati." Imbuhnya.


"Tak perlu berterima kasih. Karena aku tidak memberikan Apapun. Dan kamu tidak menerima Apapun."



__

2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Purnama

Seni Bersyukur

Nasihat Mengenai Jodoh